Visitor's amount

Menerbarkan Dakwah Salaf, Ahlussunnah Wal Jama'ah

Minggu, 31 Mei 2009

AQIDAH REINKARNASI DIGUGAT

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Dekade terakhir ini banyak bermunculan berita dan desas-desus yang mengabarkan bahwa ada sebagian orang yang bisa bangkit dan kembali ke alam dunia sebelum datangnya hari kiamat; biasa diistilahkan dengan "reinkarnasi" . Maka muncullah gejala adanya ketakutan kepada mayat, takut kepada pocong, takut kepada vanpire atau dracula. Padahal semua ini adalah keyakinan batil yang teradopsi dari keyakinan orang-orang kafir. Keyakinan ini telah dibatalkan oleh Allah -Azza wa Jalla- di dalam Al-Qur’an !!


Reinkarnasi merupakan aqidah yang diyakini oleh orang-orang Yahudi. Mereka meyakini bahwa ada sebagian orang bisa bangkit dan kembali ke alam dunia ini sebelum datangnya hari kiamat. [Lihat Badzlul Majhud (1/275-277), karya Syaikh Abdullah Al-Jumailiy]

Aqidah reinkarnasi ini ternyata juga diyakini dan disokong oleh sekte sesat Syi’ah-Rofidhoh yang kini bermarkas di Iran. Ini bisa kita lihat dari referensi yang ditulis oleh pemimpin-pemimpin mereka yang menetapkan aqidah ini. Sebagai contoh -bukan pembatasan-,

Tokoh Syi’ah, Al-Hur Al-Amily berkata ketika menukil dalil tentang roj’ah (reinkarnasi), "Dalil keempat: Kesepakatan seluruh orang-orang Syi’ah Imamiyyah, dan Itsna Asyariyyah tentang meyakini kebenaran roj’ah (reinkarnasi). Tak nampak adanya orang yang menyelisihi ini diantara mereka, yang bisa diperhitungkan ucapannya dari kalangan ulama (Rofidhoh,-pen), dulu maupun belakangan". [Lihat Al-Iqozh min Al-Haj'ah (hal. 33-34) oleh Al-Amiliy]

Ucapan Al-Amiliy ini amat jelas dalam menyokong pemikiran dan aqidah reinkarnasi, bahkan ia menukil adanya kesepakatan di antara mereka tentang adanya keyakinan reinkarnasi dalam sekte mereka yang menyimpang, yakni Syi’ah-Rofidhoh. Oleh karenanya, seorang muslim harus berhati-hati dan mewaspadai mereka.

Pembaca yang budiman, ucapan Al-Amiliy di atas sebagai bukti konkrit bahwa orang-orang Syi’ah-Rofidhoh meyakini aqidah reinkarnasi, tanpa syak sedikitpun. Tak heran jika seorang ulama Ahlus Sunnah, Syaikh Abdullah Al-Jumaily -hafizhahullah- pernah berkata, " Semua orang Rofidhoh berpendapat adanya aqidah roj’ah (reinkarnasi) ini. Sungguh telah dinukil oleh lebih dari satu orang ulama mereka yang masyhur tentang kesepakatan mereka dalam menyatakan aqidah roj’ah ini".[Lihat Badzlul Majhud (1/284)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolany berkata saat menjelaskan maksud dari kata SYI’AH dan ROFIDHOH, "Tasyayyu’ (jadi orang Syi’ah) adalah mencintai (baca: ekstrim) dan mendahulukan Ali daripada sahabat (lain). Barangsiapa yang mendahulukan Ali daripada Abu Bakar dan Umar, maka ia telah keterlaluan dalam tasyayyu’-nya dan dinamai orang Rofidhoh. Kalau tidak, maka dia orang Syi’ah. Kalau ditambah lagi dengan pencelaan (terhadap sahabat), dan menegaskan kebencian (kepada mereka), maka dia itu ekstrim. Jika ia meyakini reinkarnasi ke dunia, maka ia lebih ekstrim lagi".[Lihat Hadyus Sari (hal. 459) karya Ibnu Hajar]

* Sebab Kemunculan Reinkarnasi dalam Tubuh Syi’ah-Rofidhoh

Sebagian penulis memandang bahwa aqidah ini menyelusup ke dalam aqidah Syi’ah-Rofidhoh karena adanya pengaruh dan usaha yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Sebagai bukti, Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi (perintis pertama agama Syi’ah-Rofidhoh) pura-pura masuk Islam. Aqidah ini disusupkan untuk melemahkan aqidah (keyakinan) tentang hari akhir. Perlu diketahui bahwa Abdullah bin Saba’ ini pernah menyatakan akan kembalinya Nabi r -setelah beliau meninggal dunia- ke alam dunia, demikian pula Ali. (Lihat: Tarikh Ath-Thobary (4/340) sebagaimana dalam Mas’alah At-Taqrib baina Ahlis Sunnah wa Asy-Syi’ah (1/342) karya Dr.Nashir bin Abdullah Ali Al-Qifary, cet.Dar Thoyyibah.)

* Sisi Kebatilan Aqidah Reinkarnasi

Aqidah reinkarnasi merupakan aqidah batil yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah, serta ijma’ (kesepakatan) para salaf (yaitu, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-, para sahabat, dan pengikutnya) sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama kita.

Allah -Ta’ala- berfirman,

"Dia (orang kafir yang sekarat) berkata," Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan". Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya itu adalah perkara yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan". (QS. Al-Mu’minun: 99-100).

Al-Hafizh Ibnu Katsir-rahimahullah- saat menafsirkan ayat-ayat di atas, beliau membawakan beberapa ayat tentang tidak bisanya seseorang mengalami reinkarnasi (kembali) ke dunia. Kemudian beliau berkata, "Jadi, Allah -Ta’ala- telah menyebutkan bahwa mereka meminta kembali ke dunia, maka mereka tak dipenuhi keinginannya ketika sekarat, pada hari kebangkitan, hari mahsyar, ketika dihadapkannya para makhluk kepada Allah Al-Jabbar, dan ketika mereka digiring ke neraka, sedang mereka berada dalam kepungan siksa neraka Jahim". [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/341)]

* Pernyataan dan Pengingkaran Ulama terhadap Aqidah Batil ini

Ketika munculnya paham sesat ini, maka para ulama Ahlus Sunnah dari zaman ke zaman memberikan pernyataan dan pengingkaran terhadap aqidah reinkarnasi ini.

Al-Imam Abul Hasan Al-Barbahariy-rahimahullah- berkata dalam menjelaskan batilnya aqidah roj’ah (reinkarnasi), "Suatu bid’ah yang telah nampak merupakan kekafiran. Barangsiapa yang menyatakannya, maka ia kafir kepada Allah, tanpa ada keraguan. Barangsiapa yang berkeyakinan reinkarnasi, dan berkata, "Ali bin Abi Tholib masih hidup, dan akan kembali sebelum hari kiamat, dan juga Muhammad bin Ali, Ja’far bin Muhammad, dan Musa bin Ja’far; mereka akan berbicara tentang imamah (kepemimpinan), dan bahwa mereka mengetahui perkara ghaib, maka waspadailah orang-orang yang berkeyakinan seperti ini, karena mereka adalah orang-orang kafir kepada Allah Yang Maha Agung". [Lihat Syarhus Sunnah (hal. 57-58), tahqiq Al-Qohthoniy]

Abul Hasan Muhammad bin Ahmad Al-Malthiy Asy-Syafi’iy -rahimahullah- berkata, "Demikian pula tentang keyakinan mereka dalam masalah reinkarnasi telah didustakan oleh firman Allah –Tabaroka wa Ta’ala- ,

"Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan". (QS.Al-Mu’minun : 99-100)

Allah mengabarkan bahwa para penghuni kubur tak akan dibangkitkan (dari kuburnya) sampai hari kebangkitan. Jadi, barangsiapa yang menyelisihi hukum Al-Qur’an ini, maka ia sungguh telah kafir". [Lihat At-Tanbih wa Ar-Rodd (hal. 19), karya Al-Malthiy]

Abdul Aziz bin Waliyullah Ad-Dahlawy-rahimahullah- berkata dalam mengingkari aqidah reinkarnasi, " Aqidah ini merupakan penyelisihan yang amat gamblang terhadap Al-Kitab, karena roj’ah (reinkarnasi) sungguh telah dibatalkan dalam banyak ayat, diantaranya firman-Nya -Ta’ala-,

"Dia (orang kafir yang sekarat) berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal sholeh terhadap yang telah aku tinggalkan". Sekali-kali tidak ! Sesungguhnya itu adalah perkara yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan". (QS. Al-Mu’minun: 99-100).

Jadi, firman-Nya, "Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan", adalah gamblang sekali dalam meniadakan aqidah reinkarnasi secara mutlak" .[Lihat Mukhtashor At-Tuhfah Al-Itsna Al-Asyariyyah (hal.201) karya Al-Alusy]

Syaikh Nashir bin Abdullah Al-Qifary -hafizhahullah- berkata dalam kitabnya "Mas’alah At-Taqrib" (hal.115) " Diantara aqidah Ahlis Sunnah bahwa tak ada seorang mayatpun sebelum hari kebangkitan dapat kembali (ke dunia). Maka Muhammad r tidak dapat kembali (ke dunia). Demikian pula seorang dari para sahabatnya, selain pada hari kiamat ketika Allah mengembalikan orang-orang mukmin dan kafir untuk dihisab dan diberi ganjaran. Ini merupakan ijma’ (kesepakatan) semua orang Islam sebelum munculnya orang-orang Rofidhoh".

Jadi, reinkarnasi merupakan aqidah yang berbahaya bagi iman seseorang, sebab ia merupakan bentuk pendustaan ayat-ayat Allah yang menjelaskan tentang tidak bisanya seorang kembali ke alam dunia sebelum terjadinya hari kiamat.

Terakhir, kami nasihatkan kepada seluruh kaum muslimin agar berhati-hati dan mewaspadai mereka , jangan sampai tertipu dengan mereka dan takjub kepada mereka sehingga menjadikan mereka sebagai teman atau guru. Hal ini perlu kami ingatkan, sebab banyak generasi muslim di hari-hari ini yang terpengaruh dengan SYI’AH-ROFIDHOH sehingga rela bersafar menuntut ilmu di negeri Iran, negeri penyokong sekte Syi’ah-Rofidhoh, karena sekedar diiming-imingi gelar yang fana. Akhirnya, saat di Iran, otaknya dinodai dengan paham-paham sesat, lalu pulang ke Indonesia Raya mengadakan gerakan perusakan aqidah. Sebagai bukti perusakan aqidah mereka, anda bisa lihat dalam Buletin Al-Atsariyyah (edisi ke-94) dengan judul "BAHAYA KEBEBASAN BERPIKIR" saat kami membantah seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Mostafa International University, Republik Iran.

Seorang muslim harus pandai memilih teman. Janganlah memilih teman atau guru yang memiliki aqidah yang rusak, sebab ia akan menodai hatinya dengan syubhat. Berapa banyak orang yang binasa akibat teman dan gurunya.

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda mengingatkan kita tentang bahaya memiliki teman yang jelek,

مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيْرِ, فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيْحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيْرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيْحًا خَبِيْثَةً

"Perumpaan teman duduk yang baik, dan yang jelek, laksana penjual parfum, dan pandai besi. Maka penjual parfum, entah ia memberimu (parfum), atau anda membeli darinya atau anda mendapatkan bau harumnya. Sedang pandai besi, entah ia akan membakar pakaianmu, atau entah anda akan mendapatkan bau busuk". [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab Adz-Dzaba'ih wa Ash-Shoid (5214), dan Muslim dalam Kitab Al-Birr wa Ash-Shilah (2628)]

Seorang yang memiliki teman yang jelek agama dan aqidahnya, maka lambat laun ia akan berubah dan mengikuti agama dan aqidah temannya. Karenanya, kami amat khawatir jika seorang berguru di Iran; khawatir akan berganti agama dan aqidah. Hendaknya seorang memilih guru yang baik dari kalangan Ahlus Sunnah, bukan Syi’ah-Rofidhoh.

Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

الرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ, فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلْ

"Seorang itu berada di atas jalan hidup (kebiasaan) temannya. Lantaran itu, hendaknya seseorang diantara kalian memeperhatikan orang yang ia temani". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4833), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2378). Hadits ini di-hasan-kan oleh Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah (927)]

Berangkat dari hadits-hadits ini, para ulama’ kita melarang kita duduk bersama ahli bid’ah -seperti orang Syi’ah-Rofidhoh-, atau belajar kepada mereka.

Al-Hasan Al-Bashriy dan Muhammad bin Sirin -rahimahumallah- berkata,

لاَ تُجَالِسُوْا أَهْلَ اْلأَهْوَاءِ وَ لاَ تُجَادِلُوْهُمْ وَ لاَ تَسْمَعُوْا مِنْهُمْ

"Janganlah kalian menemani duduk para ahli bid’ah, jangan didebat, dan jangan mendengarkan sesuatu apapun dari mereka". [Lihat Sunan Ad-Darimiy (401), dan Syu'abul Iman (no.9467)]

Inilah wasiat dari dua ulama Ahlus Sunnah agar kita berhati-hati dari berteman, apalagi belajar kepada para ahli bid’ah yang memiliki pemahaman yang menyimpang dari ajaran Islam yang murni, seperti ajaran Syi’ah-Rofidhoh. Jika kita duduk bersama mereka, atau belajar di depan mereka, maka dikhawatirkan hati kita akan terkena syubhat mereka yang berbisa sebagaimana yang dialami oleh sebagian pemuda kita yang belajar di Iran!!

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Baca Lebih Lanjut...

HUKUM MANDI BERSAMA (SESAMA JENIS)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tanya: Apa hukumnya kamar mandi uap (yang merupakan tempat pemandian umum bagi yang ingin mandi uap/sauna) yang sekarang banyak bermunculan? Apakah para wanita dan lelaki boleh masuk/mandi di sana tanpa kain penutup tubuh? Berilah fatwa kepada kami tentang masalah ini, semoga antum mendapatkan pahala karenanya.


Jawab:
Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wal Ifta` menjawab, "Masuk pemandian umum yang berupa kamar mandi uap/sauna bagi lelaki tanpa kain penutup tubuh dilarang keras karena adanya sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dari hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu:
((مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يَدْخُلِ الْحَمَّامَ إِلاَّ بِمِئْزَرٍ))
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia masuk ke kamar mandi (umum) kecuali dengan mengenakan kain penutup tubuh.”
Diriwayatkan oleh An-Nasa`i dan Al-Hakim, ia menshahihkannya di atas syarat Muslim, dan hadits ini memiliki syawahid (pendukung)3.
Para wanita juga terlarang masuk ke tempat pemandian umum. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah berkata kepada para wanita yang biasa masuk ke tempat pemandian umum:
أَنْتُنَّ اللاَّئِي يَدْخُلْنَ نِسَائُكُنَّ الْحَمَّامَاتِ؟ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: مَا مِنِ امْرَأَةٍ تَضَعُ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا إِلاَّ هَتَكَتِ السِّتْرَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ رَبِّهَا
“Apakah kalian ini yang biasa membiarkan wanita-wanita kalian masuk ke tempat pemandian (umum)? Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Tidak ada seorang wanita pun yang melepas pakaiannya (tanpa busana) di selain rumah suaminya melainkan ia telah mengoyak penutup antara dia dan Rabbnya4’.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan ia menshahihkannya di atas syarat Syaikhain (Al-Bukhari dan Muslim) dan Adz-Dzahabi menyepakatinya5.
Dalam Musnad Al-Imam Ahmad yang dihasankan sanadnya oleh Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu disebutkan bahwa 'Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu berkata, "Wahai sekalian manusia, sungguh aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يَقْعُدْ عَلَى مَائِدَةٍ يُدَارُ عَلَيْهَا الْخَمْرُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يَدْخُلِ الْحَمَّامَ إِلاَّ بِإِزَارٍ، وَمَنْ كَانَتْ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ تَدْخُلِ الْحَمَّامَ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia duduk di meja hidangan yang diedarkan di atasnya khamr. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah ia masuk ke kamar mandi (tempat pemandian umum) kecuali dengan memakai kain penutup tubuh. Siapa (di antara kaum wanita) yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia masuk ke kamar mandi (tempat pemandian umum).”6
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu berkata, “Dan diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Ya'la Al-Mushili dan Al-Hafizh Abu Hatim Muhammad bin Hibban dalam Shahih-nya yang disebut Al-Anwa’ wat Taqasim, dari hadits Muhammad bin Tsabit bin Syarahbil, dari Abdullah bin Yazid Al-Khuthami, dari Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يَدْخُلِ الْحَمَّامَ إِلاَّ بِمِئْزَرٍ، وَمَنْ كَانَتْ تُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ مِنْ نِسَائِكُمْ فَلاَ تَدْخُلِ الْحَمَّامَ
“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia masuk ke kamar mandi (tempat pemandian umum) kecuali dengan memakai kain penutup tubuh. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir di antara wanita-wanita kalian maka janganlah ia masuk ke kamar mandi (tempat pemandian umum).”
Kata perawi, “Aku mengatakan hal itu kepada ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu dalam masa kekhilafahannya, maka ia menulis surat kepada Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm yang isinya, ‘Tanyakan kepada Muhammad bin Tsabit tentang haditsnya.’ Abu Bakr pun menanyakan kepada Muhammad, lalu ia menulis surat kepada ‘Umar bin Abdil ‘Aziz, maka ‘Umar melarang para wanita masuk ke kamar mandi umum. Demikianlah ‘Umar bin Abdil ‘Aziz. Ia telah menjalankan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sungguh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلُفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ مِنْ بَعْدِيْ
“Wajib bagi kalian untuk berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khalifah yang terbimbing setelahku.”
Kaum muslimin seluruhnya sepakat bahwa ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu termasuk para pemimpin yang mendapatkan petunjuk dan termasuk khalifah yang beroleh bimbingan, yang mana mereka itu memutuskan dengan al-haq (kebenaran) dan selalu menuju kepada kebenaran.” (Selesai ucapan Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullahu)
Allah Subhanahu wa Ta’ala lah yang memberikan taufik. Shalawat dan salam semoga tertuju kepada nabi kita Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, demikian pula untuk keluarga dan pada sahabatnya. (Fatwa no. 19397, kitab Fatawa Al-Lajnah Ad-Da`imah lil Buhuts Al-’Ilmiyyah wal Ifta`, 17/49)

3 Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Sunan An-Nasa`i.
4 Sebagian pensyarah hadits ini berkata, "Tidak diberikan keringanan (rukhshah) bagi wanita untuk masuk kamar mandi umum karena seluruh anggota tubuhnya adalah aurat, dan tidak dibolehkan membukanya kecuali dalam keadaan darurat (boleh baginya masuk kamar mandi umum). Misalnya ia sakit sehingga harus masuk kamar mandi tersebut untuk pengobatan. Atau ia selesai dari nifas dan ingin mandi suci, atau junub sementara hawa sangat dingin dan ia tidak dapat menghangatkan air dalam keadaan ia khawatir memudaratkannya bila menggunakan air dingin. Tidak boleh bagi laki-laki masuk ke kamar mandi umum ini tanpa mengenakan penutup tubuh yang dapat menutupi bagian pusar dan lutut.” ('Aunul Ma'bud, kitabul Hammam, bab satu)
Dalam 'Aunul Ma'bud juga disebutkan bahwa wanita diperintah untuk menutup tubuhnya dan menjaganya agar tidak terlihat oleh ajnabi (bukan mahram) sehingga tidak pantas baginya untuk membuka auratnya sekalipun dalam keadaan sendirian kecuali di sisi suaminya. Bila ia membuka anggota tubuhnya di kamar mandi umum tanpa darurat maka sungguh ia telah mengoyak penutup yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan.
5 Dishahihkan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih At-Tirmidzi dan selainnya.
6 Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu mengatakan tentang hadits ini, "Sanadnya dhaif.” (Akan tetapi hadits berikut ini mendukungnya.)
Faedah: Al-Imam Al-Albani rahimahullahu berkata, "Wajib bagi suami istri untuk membuat kamar mandi di rumah mereka, dan janganlah seorang suami memperkenankan istrinya untuk masuk/mandi di kamar mandi pasar, karena hal itu diharamkan. Dalam hal ini ada beberapa hadits: Pertama: Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يُدْخِلْ حَلِيْلَتَهُ الْحَمَّامَ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلَا يَدْخُلِ الْحَمَّامَ إِلاَّ بِمِئْزَرٍ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الَآخِرِ فَلَا يَجْلِسْ عَلىَ مَائِدَةٍ يُدَارُ عَلَيْهَا الْخَمْرُ
"Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia memasukkan istrinya ke kamar mandi (umum). Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia masuk ke kamar mandi (umum) kecuali dengan memakai kain penutup tubuh. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia duduk di meja hidangan yang diedarkan di atasnya khamr.” (HR. Al-Hakim dan ini lafadznya, At-Tirmidzi, dll)
Kedua: Dari Ummud Darda` radhiyallahu ‘anha, ia berkata, "Aku keluar dari kamar mandi umum. Lalu aku berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda, "Dari mana engkau, wahai Ummud Darda`?” "Dari kamar mandi umum,” jawab Ummud Darda`. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، ماَ مِنِ امْرَأَةٍ تَضَعُ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ أَحَدٍ مِنْ أُمَّهَاتِهَا إِلَّا وَهِيَ هَاتِكَةُ كُلِّ سِتْرٍ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الرَّحْمَنِ
"Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada seorang wanita pun yang melepas pakaiannya di selain rumah salah seorang dari ibunya melainkan ia telah mengoyak setiap penutup antara dia dan Ar-Rahman.” (HR. Ahmad, dll)
Ketiga: Hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha yang telah disebutkan di atas. (Lihat kitab Adabuz Zafaf, hal. 67-69)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Baca Lebih Lanjut...

NERAKA PADAM DENGAN SHOLAT?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Jika kita mau mengoleksi hadits-hadits yang menjelaskan keutamaan sholat, maka terlalu banyak. Namun disini kami mau ingatkan bahwa ada hadits lemah dalam hal ini, yaitu hadits yang berbunyi:

إِنَّ لِلّهِ تَعَالَى مَلَكًا يُنَادِيْ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ : يَا بَنِيْ آدَمَ قُوْمُوْا إِلَى نِيْرَانِكُمْ الَّتِيْ أَوْقَدْتُمُوْهَا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَأَطْفِئُوْهَا بِالصَّلاَةِ


"Sesungguhnya Allah -Ta’ala- memiliki seorang malaikat yang memanggil setiap kali sholat, "Wahai anak Adam, bangkitlah menuju api (neraka) kalian yang telah kalian nyalakan bagi diri kalian, maka padamkanlah api itu dengan sholat". [HR. Ath-Thobroniy dalam Al-Ausath (9452) dan Ash-Shoghir (1135), Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (3/42-43), dan lainnya]

Hadits ini lemah , karena ada seorang rawi bernama Yahya bin Zuhair Al-Qurosyiy. Dia adalah seorang majhul (tak dikenal). Olehnya, Syaikh Al-Albaniy -rahimahullah- melemahkan hadits ini dalam Adh-Dho’ifah (3057)

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


Baca Lebih Lanjut...

CCleaner 2.19.901

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

CCleaner kini sudah update versi CCleaner 2.19.901 - Ccleaner adalah sebuah program yang bersifat freeware yang rasanya harus kita miliki di komputer kita. Ukuran file program ini sangat kecil namun memilik banyak keunggulan, manfaat dan feature.


Pada versi yang baru ini CCleaner menambahkan perbaikan untuk browser-browser versi baru termasuk IE8, Google Chrome, dan Opera. Dan juga melakukan perbaikan pada System Restore management tool.

Program ini bekerja dan berguna untuk membersihkan Computer kita dari file yang sudah tidak terpakai, memperbaiki registry, histories cookies pada semua browser anda dan yang temporary dari sistem anda, sehingga akan membuat Windows lebih cepat dan ringan, dan juga secara efisien memberi anda lebih banyak ruang pada hard disk.

CCleaner is a freeware system optimization and privacy tool. It removes unused files from your system - allowing Windows to run faster and freeing up valuable hard disk space. It also cleans traces of your online activities such as your Internet history. But the best part is that it’s fast (normally taking less than a second to run) and contains NO Spyware or Adware!

CCleaner v2.19.901 New Updated :

* New Added support for Firefox 3.5 beta.
* New Fixed IE8 cookies deletion after reboot.
* Improved support for Google Chrome v2.
* Fixed bug with IE8 cookies.
* Added support for Flash Cookies.
* Added Tool to manage System Restore Files (XP and Vista only).
* Added support to remove Opera Recently Typed URLs.
* Fixed bug which was displaying wrong Total Bytes removed.
* Improved exception handling.
* Fixed virtual function bug.
* Minor performance improvements.
Download

Syukron katsiron.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Baca Lebih Lanjut...

JET AUDIO 7.5.2

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Jetaudio merupakan sebuah software multimedia. Tidak hanya dapat memutar berbagai file musik, tetapi juga memiliki fitur-fitur utama lainnya seperti membakar CD musik, merekam file musik, konversi dari satu file ke file lainnya.

JetAudio sebagai salah satu software pemutar audio dan video. Tidak jauh beda dengan Music Player lainnya seperti (Winamp). JetAudio mendukung banyak format seperti WAV, MP3, MP3Pro, OGG, WMA, MPG, AVI, WMV, MIDI, RM, and video, and audio CD.


Kemudian dengan tampilan-a yang menarik (tersedia banyak skins) JetAudio juga baik dalam mengatur playlist, management album, mengedit tag mp3, dan juga Internet Broadcaasting. Equalizer yang tersedia pada JetAudio juga bagus. Dan masih banyak lagi feature yang ada pada software yang satu ini.

JetAudio Features :

* Supports All Major File Formats, Video Conversion, Audio CD burning, Recording, Tag Editing, Multi-channel sound ouput, Crossfade, Skin, Subtitles, Internet CD Database, Convenient album management & Playlist, Utilities, Remote Controller, Media Center Window, Audio Conversion, Audio CD Ripping, Internet Broadcasting, Various sound effects, Speed Control, Resume, Synchronized Lyric (Karaoke), Alarm & Timer, Equalizer, Superb Crystal-Clear Sound, Toolbar mode

What’s New in jetAudio 7.5.2 :

* DRC was active wrong
* Fixed Context menu in Windows Explorer
* Fixed Target Format selection in Audio Mixing Recorder
* When erasing CD/RW, message was displayed incorrectly
* Screen saver was activated even when playing video in Vista
* Sometimes subtitle was not displayed when playing DVD with internal video decoder
* Some unicode subtitles were displayed incorrectly
* Fixed other minor bugs

Download

Syukron katsiron.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.


Baca Lebih Lanjut...
 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

AHLUSSUNNAH © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu